Sejarah Vitamin C

review tentang buku berjudul Vitamin C: The Real Story by Steve Hickey, PhD, and Andrew W. Saul, PhD.

Manfaat Arang untuk kesehatan

Arang atau active carbon dengan kemampuannya untuk mengabsorbsi berbagai jenis zat disekitarnya ternyata bermanfaat untuk kesehatan

Bahaya akibat minum Kopi

Kafein ternyata dapat menimbulkan perangsangan terhadap susunan saraf pusat (otak),sistem pernapasan, serta sistem pembuluh darah dan jantung

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 06 Januari 2013

Ingin sehat di tahun 2013, ubah gaya hidup anda!

Gaya hidup akan menentukan kondisi fisik kita, dan kesehatan kita secara menyeluruh. Gaya hidup yang kita pilih sebelumnya, atau sekarang akan mempengaruhi sehat-tidaknya kita kini. Bahkan di hari tua kita. Sebagian besar penyakit yang diderita di era sekarang ini berkaitan dengan gaya hidup, terutama diet kita. Kita tidak begitu saja tiba-tiba menderita diabetes mellitus (DM), hipertensi, stroke, atau serangan jantung. Gaya hidup yang kita pilihlah yang menyebabkan kita mengidapnya saat ini.

Lalu, disamping gaya hidup, yang sering dpertanyakan adalah pengaruh faktor genetik. Yang selama ini menjadi alasan pembenaran bagi sebagian kita sebagai penyebab sakitnya kita. Pengalaman saya dengan banyak pasien menunjukkan begitu. Banyak pasien beranggapan bila orang tua, kakek, nenek, saudara menderita DM, kemudian dia DM juga, apa boleh buat, terima saja, sudah nasib.

Memang benar, ada beberapa panyakit yang terkait dengan faktor genetik, yang tidak dapat dimodifikasi. Tetapi, pada sebagian besar penyakit itu disebabkan oleh  gaya hidup, dan diet yang kita pilih. Karenanya, ada yang mengumpamakan faktor genetik itu sebagai sebuah lilin, tidak akan menyala bila tidak ada pemantiknya. Dan, pemantiknya itu adalah gaya hidup kita sendiri, yang menyebabkan penyakit itu mekar dalam tubuh Anda.

Sehubungan dengan itu, di awal tahun 2013 ini adalah kesempatan bagi kita merenungkan kembali apakah gaya hidup kita selama ini telah mendukung harapan kita agar tetap sehat, atau kalau kita dalam keadaan sakit, bagaimana bisa pulih kembali. Sebagai contoh sederhana, Anda sekarang menderita DM. DM itu, penyebab pastinya tidak diketahui, tetapi faktor risikonya seperti kegemukan, sedentary life, pola makan yang tidak sehat bertanggungjawab terhadap timbulnya diabetes ini. Anda ketahui bahwa, semua faktor risiko itu terkait dengan gaya hidup Anda - faktor genetik juga berperan, tetapi Anda tidak dapat mengintervensinya.

Jadi, Anda menderita DM sekarang ini sebagian besar ditentukan oleh gaya hidup yang Anda jalani selama ini.  Lalu, bila gaya hidup Anda sama saja dengan sebelumnya, ya,  Anda akan tetap saja seperti sekarang. Harapan Anda untuk lebih baik di masa yang akan datang, tidak mungkin. Bahkan, seiring dengan berjalannya penyakit, bertambahnya usia Anda, DM Anda dapat semakin memburuk, komplikasinya tinggal menunggu waktu.

Mengubah gaya hidup, perilaku  yang selama ini sudah menjadi kebiasaan kita memang sulit. Kebanyakan pasien saya lihat kadang-kadang  setelah mengalami komplikasi yang berat dari suatu penyakit baru sadar. Setelah kaki diamputasi karena komplikasi diabetes baru mau diet. Setelah didiagnosis menderita Kanker paru pada seorang perokok baru mau berhenti. Istilah saya, baru sadar setelah keningnya membentur tembok. Walaupun demikian, di antara yang sulit berubah itu, jutaan lain ternyata bisa. Jutaan penikmat rokok dapat berhenti, jutaan penyandang DM dapat memilih gaya hidup yang lebih sehat. Kuncinya saya kira adalah motivasi, kemauan, dan kesadaran yang kuat.

Oleh sebab itu, kalau Anda ingin lebih sehat di Tahun 2013 ini, ubahlah gaya hidup Anda. Kalau gaya hidup dan pola makan Anda dapat membuat Anda sakit, sebaliknya gaya hidup dan pola makan itu juga dapat menjadikan Anda sehat. Perubahan kecil yang Anda lakukan seperti menambahkan sedikit sayuran ke dalam piring Anda, memperkecil sedikit takaran piring Anda, mengurangi jumlah puntung rokok Anda, memeperbanyak langkah Anda, menghiasi wajah Anda dengan banyak senyum, InsyaAllah sehat itu Akan menjadi bagian dari kehidupan Anda. Amin!

Atasi mendengkur penting untuk mencegah kerusakan otak

Mendengkur telah diketahui menjadi tanda dari sleep apnea atau henti nafas saat tidur. Penelitian yang dipublikasikan pada jurnal kedokteran Sleep mengungkapkan, efek pengobatan ngorok pada kemampuan kognitif dan mental manusia.
Mendengkur sering kali diselingi oleh henti nafas saat tidur. Henti nafas terjadi akibat saluran nafas yang menyempit saat tidur. Akibatnya, walau gerak nafas masih ada, udara tak ada yag bisa masuk ataupun keluar. Biasanya penderita akan tampak sesak dalam tidurnya.
Akibat sesak, mekanisme pengaman tubuh akan membangunkan otak sejenak tanpa terjaga. Lalu diikuti dengan episode seolah tersedak atau batuk-batuk. Walau terbangun-bangun sepanjang malam, penderita tak menyadari. Ia hanya merasa bangun tak segar walau tidur sudah cukup.
Efek lain dari henti nafas saat tidur tentu berkurangnya kadar oksigen dalam darah. Kadar oksigen dan karbondioksian terus naik dan turun selama tidur. Kadang kala bahkan sampai membahayakan nyawa.
Dengkur rusak otak
Sleep apnea telah diketahui menyebabkan hipertensi, diabetes, penyakit jantung hingga stroke dan kematian. Namun mendengkur juga mengganggu kemampuan otak manusia.
Kemampuan kognitif-mental dan emosional penderita sleep apnea jelas terganggu. Kantuk berlebihan yang dialami jelas menurunkan konsentrasi, ketajaman analisa, daya ingat dan ketelitian. Emosi pun turut terganggu. Bayangkan saja, misalkan diri kita hanya tidur 2-3 jam di malam hari, bagaimana rasanya di pagi hari? Begitu juga yang dirasakan penderita sleep apnea setiap hari.
Dua penelitian di tahun 2008 dan 2009 sudah membuktikan lewat pencitraan otak bagaimana mendengkur merusak beberapa bagian otak. Terutama bagian-bagian yang bertanggung jawab pada kemampuan pengambilan keputusan, daya ingat dan emosi.
Penelitian selanjutnya dengan MRI juga buktikan bahwa wanita yang mendengkur mengalami kerusakan lebih parah dibanding pria. Efeknya pada kecenderungan depresi dan kecemasan juga didapati lebih tinggi dibandingkan pria.
Efek Perawatan
Kelompok peneliti dari Stanford menjalankan the Apnea Positive Pressure Long-term Efficacy Study (APPLES) yang ambisius. Penelitian yang dipimpin Clete Kushida ini ingin melihat efek perawatan sleep apnea dalam jangka panjang. Selama 6 bulan 1098 peserta diikuti dan diteliti.
Pendengkur menjalani pemeriksaan di laboratorium tidur. Yang terdiagnosa positif alami henti nafas saat tidur diberikan perawatan dengan gunakan continuous positive airway pressure (CPAP). CPAP adalah sebuah alat yang dihubungkan ke masker hidung pendengkur untuk mengatasi henti nafasnya. Suara dengkuran otomatis juga hilang dengan gunakan CPAP ini.
Setelah gunakan CPAP selama 2 bulan dan 6 bulan, para pasien ini diperiksa kemampuan kognitif-mentalnya. Yang dites adalah kemampuan konsentrasi, kemampuan belajar dan daya ingat.
Hasilnya CPAP secara obyektif maupun subyektif, mengurangi rasa kantuk berlebihan yang dikeluhkan pendengkur.
Kemampuan untuk mengambil keputusan dan fungsi-fungsi lobus frontal otak didapati membaik setelah penggunaan CPAP selama 2 bulan. Sedangkan kemampuan konsentrasi dan belajar didapati tak mengalami perubahan setelah 6 bulan.
Tim peneliti menyimpulkan, terdapat hubungan yang kompleks antara sleep apnea dan kemampuan kognitif-mental. Tak banyak perbaikan yang ditemukan sekali bagian-bagian tertentu otak sudah alami gangguan. Untuk itu para ahli menekankan pentingnya penanganan mendengkur sesegera mungkin sebagai pencegahan kerusakan lebih lanjut.

Pentingnya Safety Riding

Awal 2013 dan akhir 2012 kita banyak mendapatkan berita dan informasi kecelakaan lalu lintas baik dijalan umum ataupun dijalan tol, semua yang terjadi disebabkan oleh beberapa faktor tapi bagi saya inti dari ini semua adalah belum 100% nya pengguna jalan memahami SAFETY RIDING.
Saya teringat oleh sebuah berita yang saya baca dari sebuah majalah mengenai mengendarai sambil menelpon lewat handphone. (artikel majalah FORSEL edisi Agustus 2009)
Anggono Iriawan dari Safety Riding Astra Honda Indonesia menjelaskan, perilaku berkendara sambil menelpon, baik saat mengendarai motor ataupun mobil adalah sungguh sangat berbahaya, terlebih pada para pengguna motor.
“Tanpa bermaksud mengecilkan resikonya, karakteritik sepeda motor berbeda dengan mobil, Mobil mempunyai ruang dan batas antara pengendara dengan lingkungan jalanan.sementara pada motor, kita langsung berhadapan dengan keadaan sekitar,” ujarnya
Anggono menjelaskan, saat berkendara, setiap detik kita harus mengambil keputusan, dalam setiap detik, kita memikirkan akan bertindak apa kita dalam dua tiga detik kedepan. Sama dengan berbicara, kita juga memikirkan apa yang akan kita bicarakan dalam rentang waktu yang sama. Kedua hal ini juga dilakukan dalam waktu bersamaan tentu akan memecahkan konsentrasi. Ditambah kenyataan banyak sekali sinyal dan tanda komunikasi yang dapat memecah konsentrasi kita.
Ada sebuah penelitian dari University of Utah, Amerika Serikat yang mengungkapkan bahwa mengendarai mobil sambil menelpon ternyata beresiko sama dengan menyetir sambil mabuk.
Penelitian tersebut melibatkan 40 responden laki-laki dan 20 responden wanita dengan usia 22 sampai 34 tahun dengan menggunakan mobil simulator, masing masing responden harus menjalankan mobil tersebut sebanyak empat kali. Pertama, responden menyetir mobil tanpa gangguan, lalu responden harus menyetir sambil menggunakan ponsel.
Kemudian dilanjutkan mengendarai mobil dengan menggunakan handsfree dan terakhir para responden harus menyetir mobil simulator ini dengan kondisi baru saja mengkonsumsi minuman beralkohol sampai kadar alcohol dalam darah mencapai 0.08 persen.
Hasil tersebut mengungkapkan,menyetir mobil sambil memakai handphone dan handsfree ternyata sama bahayanya dengan menyetir sambil mabuk.
Apalagi kalau kita mengendari motor, tentu akan lebih tinggi lagi resikonya apalagi ditambah faktor kedisiplinan pengguna motor yang rendah yang maunya serba cepat kalau perlu ambil jalur berlawanan yang penting cepat sampai.
“Ketika konsentrasi dan pikiran terganggu, kita dapat melakukan perintah yang salah. Ketika ingin mengerem malah memutar gas. Ketika ingin belok ke kiri malah membelokkan stang ke kanan, dan lain lain,” tambah Anggono.
So, apa yang harus kita lakukan saat mengendarai motor atau mobil kita mendapatkan panggilan melalui handphone?
“sebenarnya tidak ada pengecualian. Kita dapat menunda mengangkat telpon hingga sampai ditujuan. Atau jika memang terpaksa, satu satunya yang harus dilakukan adalah menepi dan berhenti untuk menjawab telpon.Ingat kebiasaan ini bukan hanya dapat mencelakakan anda, namun juga orang disekitar anda,” pungkas Anggono.
Karena bagaimanapun mengendarai motor sambil menerima dan menelpon adalah sangat berisiko terjadinya kecelakaan karena motor adalah kendaraan roda dua, dimana keseimbangan sangat dibutukan dan juga feeling sangat bermain karena saat kita menarik gas membutuhkan stimulasi dari otak ke tangan dan itu memerlukan konsentrasi.
LET’S STOP ACCIDENT with STOP CALLING WHILE RIDING